Jakarta – Ketegangan di perbatasan Lebanon kembali meningkat setelah serangan militer Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang di wilayah Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa saat sebelum rencana gencatan senjata mulai diberlakukan, menurut sejumlah sumber keamanan dan media setempat.
Serangan itu disebut menyasar beberapa titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas kelompok bersenjata. Namun, dampaknya juga mengenai area permukiman warga, sehingga menimbulkan korban jiwa di kalangan sipil. Selain korban tewas, beberapa orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pihak berwenang di Lebanon mengecam serangan tersebut dan menilai tindakan itu memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah perbatasan yang sudah lama rawan konflik. Sementara itu, militer Israel belum memberikan keterangan rinci terkait insiden ini, selain menyebut bahwa operasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya keamanan.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk menghentikan eskalasi konflik dan segera menerapkan gencatan senjata guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Sejumlah negara dan organisasi internasional kembali menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan membuka ruang dialog.
Situasi di wilayah perbatasan Lebanon–Israel hingga kini masih dilaporkan tegang, dengan potensi konflik lanjutan yang masih belum mereda meski upaya diplomatik terus dilakukan.



