Jakarta – Pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Salah satu langkah penting yang kini ditekankan adalah penguatan data sebagai dasar penentuan penerima manfaat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peran krusial dalam menentukan desil pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama agar program bansos tidak salah sasaran.
Gus Ipul menjelaskan bahwa dengan adanya penataan data berbasis desil, pemerintah dapat lebih mudah mengelompokkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih terukur. Hal ini diharapkan mampu mengurangi potensi penerima ganda maupun masyarakat yang sebenarnya tidak layak namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.
Ia menambahkan, pembaruan dan sinkronisasi data antara kementerian dan BPS terus dilakukan secara berkala. Proses ini juga melibatkan pemerintah daerah agar data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki mekanisme distribusi bansos agar lebih transparan dan akuntabel. Dengan sistem data yang semakin terintegrasi, diharapkan bantuan sosial dapat benar-benar menyasar kelompok masyarakat miskin dan rentan secara tepat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan di Indonesia.



