Stok Avtur di Eropa Tinggal 6 Minggu, Penerbangan Bisa Terganggu
Stok Avtur di Eropa Tinggal 6 Minggu, Penerbangan Bisa Terganggu

Stok Avtur di Eropa Tinggal 6 Minggu, Penerbangan Bisa Terganggu

Posted on

Jakarta – Sejumlah negara di Eropa dilaporkan tengah menghadapi tekanan serius pada pasokan bahan bakar pesawat atau avtur. Cadangan yang tersedia saat ini diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar enam pekan ke depan jika tidak ada penambahan suplai baru.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri penerbangan, karena keterbatasan stok berpotensi mengganggu jadwal penerbangan di berbagai bandara utama. Beberapa maskapai disebut mulai mengantisipasi kemungkinan penundaan hingga pembatalan rute apabila situasi tidak segera membaik.

Gangguan rantai pasok energi, peningkatan permintaan perjalanan udara, serta keterbatasan distribusi menjadi faktor yang diduga memperparah kondisi tersebut. Para pelaku industri kini mendorong adanya langkah cepat dari pemasok dan pemerintah terkait untuk menstabilkan kembali ketersediaan avtur.

Jika situasi berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh maskapai, tetapi juga penumpang dan sektor pariwisata yang bergantung pada kelancaran transportasi udara di kawasan Eropa.

“Eropa mungkin hanya memiliki persediaan bahan bakar jet sekitar enam minggu lagi,” kata Birol.
Dia mengatakan penerbangan di Eropa akan terdampak jika krisis minyak imbas perang terus berlangsung. Dia menyebut jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, “segera kita akan mendengar berita bahwa beberapa penerbangan dari kota A ke kota B mungkin akan dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar jet.”
Perkiraan Birol tentang kekurangan bahan bakar jet yang akan datang sedikit lebih optimis daripada peringatan baru-baru ini lainnya. Pada 9 April, ACI Europe, yang mewakili bandara-bandara Eropa, mengatakan Eropa hanya berjarak tiga minggu dari kekurangan tersebut..

Maskapai penerbangan telah mengurangi beberapa penerbangan yang kurang menguntungkan karena harga bahan bakar jet telah melonjak sejak awal perang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *