Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa Iran telah keliru memahami isi kesepakatan gencatan senjata dengan Washington. Ia menegaskan bahwa Lebanon tidak pernah menjadi bagian dari perjanjian tersebut.
Mengutip laporan Reuters dan The Times of Israel, Kamis (9/4/2026), Vance menjelaskan bahwa pihak Iran menganggap kesepakatan tersebut juga mencakup penghentian serangan ke wilayah Lebanon. Namun, anggapan itu dibantah tegas oleh pemerintah AS.
Menurut Vance, kesalahpahaman itu bisa dimaklumi, tetapi tidak mencerminkan isi kesepakatan yang sebenarnya. Ia menegaskan bahwa sejak awal tidak pernah ada janji ataupun sinyal bahwa Lebanon akan termasuk dalam cakupan gencatan senjata tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa fokus utama kesepakatan hanyalah pada Iran serta perlindungan terhadap sekutu Amerika Serikat, termasuk Israel dan negara-negara di kawasan Teluk Arab.
Sementara itu, pihak Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasinya di Lebanon. Bahkan, pada Rabu (8/4), Israel dilaporkan melancarkan salah satu serangan terbesar sejak konflik berlangsung.
Lebih lanjut, Vance mengingatkan bahwa proses negosiasi antara AS dan Iran bisa saja gagal apabila Teheran tetap bersikeras memasukkan Lebanon dalam kesepakatan. Ia menilai keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Iran.



