Jakarta – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, untuk segera mengakhiri masa jabatannya, baik melalui pengunduran diri maupun pensiun. Informasi ini diungkap oleh pejabat di lingkungan Pentagon.
Mengutip laporan CNN pada Jumat (3/4/2026), juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengonfirmasi bahwa George resmi mengundurkan diri pada Kamis melalui unggahan di platform X. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa Jenderal Randy A. George akan pensiun sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 dengan segera, sekaligus menyampaikan apresiasi atas pengabdiannya selama puluhan tahun kepada negara.
Laporan awal terkait pencopotan tersebut pertama kali disampaikan oleh CBS News dan kemudian dibenarkan oleh pejabat Departemen Pertahanan.
Keputusan Hegseth ini muncul sehari setelah pidato Presiden AS, Donald Trump, terkait konflik dengan Iran. Dalam pidatonya, Trump mengisyaratkan peningkatan intensitas serangan terhadap Iran, meskipun sebelumnya sempat menyatakan peluang penghentian konflik dalam beberapa pekan.
Selama menjabat, George diketahui bekerja dekat dengan Sekretaris Angkatan Darat, Dan Driscoll, yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Gedung Putih dan dipandang sebagai figur yang kurang sejalan dengan Hegseth. Dalam masa kepemimpinannya, Hegseth juga telah mengganti sejumlah pejabat militer senior lainnya.
Sebagai informasi, George merupakan perwira infanteri yang lulus dari Akademi Militer AS di West Point pada 1988. Ia menjabat sebagai Kepala Staf sejak September 2023. Sebelumnya, ia pernah memimpin I Corps di Joint Base Lewis-McChord serta menjadi asisten militer senior bagi Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada era pemerintahan sebelumnya.
Calon Pengganti Mulai Muncul
Seiring dengan pengunduran diri George, sejumlah nama mulai dibicarakan sebagai kandidat pengganti. Salah satu yang mencuat adalah Chris LaNeve. Hegseth sendiri telah menunjuk LaNeve sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.
LaNeve, yang sebelumnya pernah menjadi asisten militer Hegseth, berpeluang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kepala Staf apabila George resmi pensiun.
Karier militernya dimulai sejak 1990 setelah lulus dari program ROTC di Universitas Arizona. Ia pernah menjabat sebagai komandan Angkatan Darat ke-8 di Korea Selatan, setelah sebelumnya sempat memimpin Divisi Lintas Udara ke-82 di Fort Bragg, Carolina Utara.
Meski jabatan di Divisi Lintas Udara ke-82 biasanya diemban selama dua tahun, LaNeve meninggalkan posisi tersebut lebih cepat untuk menjalankan tugas sebagai asisten khusus bagi Komandan Komando Pasukan Angkatan Darat AS, sebelum akhirnya bertugas di Korea Selatan.
Nama LaNeve sempat menarik perhatian Presiden Trump tak lama setelah pelantikannya, saat ia melakukan panggilan video bersama pasukannya dari Korea Selatan dalam acara Commander in Chief’s Ball.
Dalam kesempatan tersebut, LaNeve menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump sebagai Presiden ke-47 AS dan menyambut kembalinya Trump ke Gedung Putih. Trump pun memuji penampilan dan sosok LaNeve, bahkan menyebutnya sebagai figur yang tegas dan tidak mudah dipermainkan.



