Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa konflik antara AS dan Iran mulai mendekati titik akhir. Namun demikian, ia belum dapat memastikan kapan perang tersebut benar-benar akan berakhir.
Dalam wawancaranya di acara Hannity di Fox News, yang dikutip Aljazeera pada Rabu (1/4/2026), Rubio mengatakan bahwa akhir dari konflik sudah mulai terlihat, meskipun bukan dalam waktu dekat.
“Kita dapat melihat arah akhirnya. Bukan hari ini atau besok, tetapi akan segera terjadi,” ujarnya.
Rubio juga menambahkan bahwa kemungkinan adanya pertemuan langsung antara pejabat AS dan Iran tetap terbuka di masa mendatang.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan untuk mengakhiri konflik dengan Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu. Ia bahkan mengklaim bahwa langkah tersebut akan membawa perubahan signifikan di Iran.
Trump juga menegaskan bahwa perang dapat dihentikan tanpa perlu melalui proses negosiasi dengan pihak Iran.
Di sisi lain, Paus Leo XIV turut menanggapi situasi tersebut. Ia menyebut bahwa Trump tengah mencari jalan untuk mengakhiri konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
“Saya mendapat informasi bahwa Presiden Trump menyatakan keinginannya untuk menghentikan perang. Semoga ia sedang mencari solusi untuk mengurangi kekerasan dan serangan,” ujar Paus kepada wartawan saat meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo menuju Vatikan, seperti dilaporkan AFP pada Rabu (1/4).
Menurut Paus, upaya tersebut dapat menjadi langkah penting dalam meredakan kebencian yang semakin meningkat di Timur Tengah dan wilayah lainnya.
Ia juga menyerukan kepada para pemimpin dunia agar kembali membuka dialog dan duduk bersama guna mencari penyelesaian damai atas berbagai konflik yang terjadi.
“Saya akan terus mengajak semua pemimpin dunia untuk kembali ke meja perundingan, berdialog, dan mencari solusi terbaik atas masalah yang ada,” tambahnya.



