Jakarta – Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa setiap langkah untuk mengakhiri konflik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel harus mampu memberikan jaminan atas keamanan dan kepentingan masyarakat Iran.
Dalam rapat kabinet yang dikutip dari kantor berita IRNA dan dilansir Anadolu Agency, Pezeshkian menegaskan bahwa ketahanan yang ditunjukkan oleh militer bersama dengan solidaritas nasional masyarakat Iran selama masa perang menjadi salah satu faktor kunci yang membantu negara tersebut bertahan dalam situasi krisis.
Ia juga menyoroti pentingnya berbagai aksi dan pertemuan yang menunjukkan dukungan terhadap pemerintah di sejumlah kota, yang dinilai turut memperkuat posisi Iran. Menurutnya, aktivitas masyarakat pada malam hari memiliki makna tersendiri dan dapat memberikan dorongan moral, bahkan menjadi inspirasi bagi pihak-pihak yang memperjuangkan kemerdekaan.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan terus meningkat sejak terjadinya serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari. Peristiwa tersebut disebut telah menimbulkan lebih dari 1.340 korban jiwa hingga saat ini, termasuk tokoh penting Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta turut mengganggu stabilitas pasar global dan aktivitas penerbangan internasional.



