Jakarta – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam percakapan tersebut, Macron meminta Teheran menghentikan serangan militer yang menyasar negara-negara di kawasan Teluk.
Selain itu, Macron juga menekankan pentingnya Iran menunjukkan komitmen serius dalam proses diplomasi. Ia mendorong agar negosiasi dilakukan secara terbuka dan konstruktif guna meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Melalui pernyataannya di media sosial, Macron menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil dan energi tidak dapat dibenarkan. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur vital perdagangan global.
Macron turut meminta Iran berperan aktif dalam upaya de-eskalasi dengan membangun kerangka kesepakatan yang dapat diterima komunitas internasional, terutama terkait program nuklir, pengembangan rudal balistik, serta aktivitas regional yang dinilai memicu instabilitas.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengumumkan peluncuran serangkaian rudal yang ditujukan ke wilayah Israel. Serangan tersebut juga menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Informasi ini disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran, IRIB, yang menyebutkan bahwa target serangan berada di wilayah yang mereka sebut sebagai pusat kawasan pendudukan, merujuk pada Israel.
Pihak Garda Revolusi menyatakan bahwa operasi tersebut menggunakan rudal berpemandu presisi dengan berbagai jenis bahan bakar, serta didukung oleh serangan drone bersenjata. Aksi ini diklaim sebagai bagian dari respons Iran terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Gelombang serangan tersebut dilaporkan menimbulkan dampak signifikan, baik berupa kerusakan fasilitas maupun korban di sejumlah wilayah. Di antara pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk, dilaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa yang dalam kondisi serius.
Sementara itu di Kuwait, sebuah drone dilaporkan menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar di bandara internasional setempat. Insiden ini memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur.
Juru bicara otoritas penerbangan sipil Kuwait, Abdullah Al-Rajhi, menyampaikan bahwa tim darurat segera diterjunkan untuk menangani situasi dan memadamkan api. Hingga kini, belum ada kepastian terkait adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.



