Jakarta – Israel kembali menggempur sejumlah wilayah di Iran melalui serangan udara. Beberapa ledakan dilaporkan terdengar di Teheran serta kota-kota lain, seiring pernyataan militer Israel yang mengonfirmasi dimulainya gelombang serangan terbaru.
Media lokal Iran melaporkan dentuman keras di ibu kota. Kantor berita setempat juga menyebut sedikitnya lima titik di Teheran menjadi sasaran, dengan suara ledakan yang cukup kuat dirasakan warga.
Sekitar satu jam setelah serangan, asap hitam pekat masih terlihat membumbung dari salah satu lokasi di bagian timur kota. Militer Israel melalui pernyataannya menyebut operasi tersebut menargetkan infrastruktur yang mereka kaitkan dengan pemerintah Iran.
Di wilayah selatan Iran, serangan terhadap fasilitas penyiaran dilaporkan menewaskan satu orang. Media pemerintah menyebut korban merupakan petugas keamanan di pusat radio dan televisi, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka. Serangan tersebut disebut melanggar hukum internasional.
Serangan udara juga dilaporkan terjadi di kota Khorramabad, di barat Teheran. Sebuah bangunan dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Informasi dari media setempat menyebut seorang anak termasuk di antara korban tewas dalam insiden di area permukiman tersebut.
Rekaman yang beredar menunjukkan suasana kepanikan di lokasi, dengan tim penyelamat bersama warga berupaya mencari korban di antara reruntuhan. Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka, namun jumlah pasti korban belum dapat dipastikan.
Di lokasi lain, tepatnya di barat laut kota Urmia dekat perbatasan Turki dan Irak, tim Bulan Sabit Merah Iran juga diterjunkan ke area yang terdampak. Bangunan yang rusak parah terlihat dalam dokumentasi yang dibagikan, sementara petugas terus melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terluka.
Hingga kini, belum ada data resmi mengenai total korban jiwa maupun luka akibat rangkaian serangan tersebut.



