Netanyahu, Israel, Iran, Yesus Kristus, Genghis Khan, Abbas Araghchi, konflik Timur Tengah, serangan rudal, perang Iran-Israel, Amerika Serikat, Teheran, Hizbullah, Diego Garcia, militer Israel, geopolitik, krisis global, serangan drone, ketegangan internasional
Netanyahu, Israel, Iran, Yesus Kristus, Genghis Khan, Abbas Araghchi, konflik Timur Tengah, serangan rudal, perang Iran-Israel, Amerika Serikat, Teheran, Hizbullah, Diego Garcia, militer Israel, geopolitik, krisis global, serangan drone, ketegangan internasional

Netanyahu Singgung Yesus dalam Pernyataan soal Agresi, Iran Anggap Sangat Menyinggung

Posted on

Jakarta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuai kritik keras setelah menyampaikan pernyataan yang mengaitkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan saat membahas isu agresi. Pemerintah Iran menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan serius terhadap tokoh suci umat Kristen.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X menyebut ucapan Netanyahu sangat tidak pantas, terutama mengingat pentingnya dukungan komunitas Kristen bagi Israel, khususnya di Amerika Serikat. Ia juga menyertakan video yang menampilkan pernyataan tersebut.

Araghchi turut menyoroti pernyataan Netanyahu yang dianggap memuji Genghis Khan, sosok yang dikenal dalam sejarah sebagai penakluk dengan kekerasan besar. Ia menilai hal itu mencerminkan posisi Netanyahu saat ini yang juga menuai kontroversi di tingkat internasional.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, Netanyahu menyampaikan pandangannya bahwa kekuatan dan kekejaman kerap mengalahkan nilai-nilai kebaikan dan moderasi. Ia menyampaikan perbandingan yang kemudian memicu polemik luas.

Situasi di kawasan Timur Tengah sendiri terus memanas sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik tersebut dilaporkan telah menimbulkan ribuan korban jiwa, termasuk tokoh penting Iran seperti Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu aktivitas ekonomi global, termasuk sektor penerbangan.

Dalam perkembangan terbaru, Iran dilaporkan menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, sebuah pulau strategis di Kepulauan Chagos yang telah lama digunakan sebagai basis militer sejak era 1970-an.

Menurut laporan media Amerika, rudal tersebut tidak mencapai target. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa Iran kemungkinan memiliki kemampuan jangkauan rudal yang lebih jauh dari perkiraan sebelumnya.

Di sisi lain, militer Israel mengonfirmasi telah melakukan serangan ke sejumlah target yang terkait dengan pemerintah Iran di Teheran. Operasi tersebut dilakukan setelah adanya serangan rudal dari Iran ke wilayah Israel, serta rangkaian serangan sebelumnya yang menyasar kelompok Hizbullah di Beirut, Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *