Jakarta -Pemerintah melalui Menteri Sosial mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya informasi tidak benar atau hoaks yang beredar di media sosial, khususnya terkait bantuan sosial (bansos). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan pengurangan bansos seperti yang ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.
Mensos menyebutkan, informasi yang menyatakan adanya pemangkasan bantuan merupakan kabar yang menyesatkan dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, publik diminta untuk tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
“Kami pastikan bahwa program bantuan sosial tetap berjalan sesuai rencana dan tidak ada pengurangan. Masyarakat jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya,” ujar Mensos dalam keterangannya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi dari sumber resmi pemerintah, baik melalui situs web kementerian maupun akun media sosial yang telah terverifikasi. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Mensos menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memerangi penyebaran hoaks dengan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran berita palsu dapat berdampak luas, termasuk menurunnya kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Pemerintah sendiri, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bansos agar tepat sasaran. Berbagai evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh kabar yang tidak benar serta tetap tenang dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.



