Jakarta – Pasukan Garda Revolusi Iran mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan rudal yang menyasar wilayah Israel. Selain itu, target lain dalam serangan tersebut mencakup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Informasi mengenai serangan ini disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu (25/3/2026) waktu setempat, sebagaimana dikutip dari AFP.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran menyebutkan bahwa rudal-rudal tersebut diarahkan ke sejumlah target strategis yang mereka sebut berada di pusat wilayah pendudukan, yang merujuk pada Israel.
Tidak hanya menggunakan rudal, Iran juga dilaporkan mengerahkan drone tempur. Mereka mengklaim bahwa fasilitas militer AS di kawasan tersebut telah diserang dengan rudal berpemandu presisi, baik berbahan bakar padat maupun cair, serta didukung oleh serangan drone.
Teheran disebut terus melanjutkan aksi balasan terhadap sasaran di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan kekuatan militer AS.
Serangan balasan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban luka di berbagai lokasi. Setidaknya 13 personel militer AS dilaporkan tewas, sementara sekitar 290 lainnya mengalami luka-luka, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius.
Di Kuwait, laporan dari CNN menyebutkan bahwa sebuah drone menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait hingga memicu kebakaran. Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, Abdullah Al-Rajhi.
Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas, namun belum ada kepastian mengenai adanya korban jiwa. Saat ini, tim darurat telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani kebakaran dan mengamankan area terdampak.



