Penjelasan Cara Pakai Python IF ELSE Beserta Contohnya

afyadm

https://www.gabuttech.com/

Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di dunia, terutama karena sintaksis yang mudah dipahami dan fleksibilitasnya. Salah satu fitur yang sangat penting dalam Python adalah penggunaan pernyataan pengkondisian IF-ELSE. Pernyataan ini memungkinkan Anda untuk mengontrol alur eksekusi program, melakukan pengecekan kondisi, dan menjalankan kode berdasarkan hasil dari pengecekan tersebut.

Artikel ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan pernyataan IF-ELSE dalam Python. Kami akan membahas konsep dasar, sintaksis, penggunaan praktis, dan menyajikan berbagai contoh untuk membantu Anda memahaminya dengan lebih baik.

Penjelasan Cara Pakai Python IF ELSE Beserta Contohnya :

1. Pengenalan Pernyataan IF-ELSE

Pernyataan IF-ELSE adalah salah satu konsep paling fundamental dalam pemrograman. Ini memungkinkan kita untuk mengontrol alur eksekusi program berdasarkan pengecekan kondisi tertentu. Dalam Python, IF-ELSE digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan apakah kondisi tertentu benar (True) atau salah (False).

Secara umum, pernyataan IF-ELSE memiliki struktur berikut:

python :

if kondisi:

    # Blok kode yang dijalankan jika kondisi benar (True)

else:

    # Blok kode yang dijalankan jika kondisi salah (False)

Blok kode yang ada di dalam if akan dieksekusi jika kondisi adalah True, sedangkan blok kode yang ada di dalam else akan dieksekusi jika kondisi adalah False. Perhatikan bahwa blok kode di dalam IF-ELSE harus diberi indentasi (tab atau spasi) dengan benar.

2. Sintaksis Pernyataan IF

Sintaksis pernyataan IF sangat sederhana. Anda hanya perlu menentukan kondisi yang akan diuji, diikuti oleh tanda titik dua (:), dan kemudian menuliskan blok kode yang akan dieksekusi jika kondisi benar. Di bawah ini adalah sintaksisnya:

python :

if kondisi:

    # Blok kode yang akan dieksekusi jika kondisi benar

Misalnya, jika Anda ingin mengecek apakah suatu angka adalah positif, Anda dapat menggunakan pernyataan IF sebagai berikut:

python :

angka = 5

if angka > 0:

    print(“Angka adalah positif”)

3. Sintaksis Pernyataan ELSE

Pernyataan ELSE digunakan bersamaan dengan IF untuk mengeksekusi blok kode tertentu jika kondisi dalam IF adalah salah. Ini memberikan alur alternatif yang akan diambil program jika kondisi tidak terpenuhi. Sintaksisnya sebagai berikut:

python :

if kondisi:

    # Blok kode yang akan dieksekusi jika kondisi benar

else:

    # Blok kode yang akan dieksekusi jika kondisi salah

Sebagai contoh, jika kita ingin menentukan apakah suatu angka adalah positif atau negatif, kita dapat menggunakan IF-ELSE:

python :

angka = -3

if angka > 0:

    print(“Angka adalah positif”)

else:

    print(“Angka adalah negatif”)

Dalam contoh di atas, karena angka adalah -3 (yang kurang dari 0), maka blok kode dalam ELSE akan dieksekusi.

4. Pernyataan IF-ELSE Bersarang

Dalam Python, Anda dapat bersarang pernyataan IF-ELSE, yang berarti Anda dapat menempatkan pernyataan IF-ELSE di dalam pernyataan IF-ELSE lainnya. Ini sangat berguna ketika Anda perlu menguji beberapa kondisi secara berurutan.

Contoh penggunaan pernyataan IF-ELSE bersarang:

python :

nilai = 75

if nilai >= 90:

    print(“Nilai A”)

else:

    if nilai >= 80:

        print(“Nilai B”)

    else:

        if nilai >= 70:

            print(“Nilai C”)

        else:

            print(“Nilai D”)

Meskipun IF-ELSE bersarang dapat digunakan, terlalu banyak tingkat bersarang dapat membuat kode sulit dibaca. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mencoba untuk menjaga kode Anda tetap rapi.

5. Operator Pembanding

Pada dasarnya, pernyataan IF-ELSE digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi, dan Anda memerlukan operator pembanding untuk ini. Operator pembanding membandingkan dua nilai dan mengembalikan hasil dalam bentuk True atau False. Berikut adalah beberapa operator pembanding yang sering digunakan:

  • ==: Sama dengan
  • !=: Tidak sama dengan
  • <: Kurang dari
  • >: Lebih dari
  • <=: Kurang dari atau sama dengan
  • >=: Lebih dari atau sama dengan

Contoh penggunaan operator pembanding:

python :

a = 5

b = 3


if a > b:

    print(“a lebih besar dari b”)

else:

    print(“b lebih besar dari a”)

6. Penggunaan Pernyataan IF-ELSE dalam Kehidupan Sehari-hari

Pernyataan IF-ELSE memiliki aplikasi luas dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia pemrograman. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan pernyataan IF-ELSE dalam kehidupan nyata:

  • Pengecekan Login: Saat Anda masuk ke akun Anda di suatu situs web, situs tersebut menggunakan pernyataan IF-ELSE untuk memeriksa apakah kombinasi nama pengguna dan kata sandi yang Anda masukkan benar. Jika benar, Anda akan diarahkan ke halaman utama; jika salah, Anda akan menerima pesan kesalahan.
  • Pengujian Kondisi Cuaca: Aplikasi cuaca menggunakan pernyataan IF-ELSE untuk memeriksa kondisi cuaca saat ini dan memberikan perkiraan cuaca yang sesuai (misalnya, cuaca cerah, hujan, salju, dsb.).
  • Sistem Pengendalian Lalu Lintas: Sistem pengendalian lalu lintas di persimpangan jalan menggunakan pernyataan IF-ELSE untuk mengatur sinyal lalu lintas berdasarkan volume lalu lintas dan kondisi jalan.
  • Pengambilan Keputusan Bisnis: Dalam bisnis, pernyataan IF-ELSE digunakan untuk mengambil keputusan bisnis. Misalnya, jika penjualan bulan ini mencapai target tertentu, perusahaan akan memberikan bonus kepada karyawan.

7. Contoh Kasus Penggunaan Pernyataan IF-ELSE

Untuk membantu Anda memahami konsep ini dengan lebih baik, mari kita lihat beberapa contoh penggunaan pernyataan IF-ELSE dalam Python.

Contoh 1: Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

Dalam contoh ini, kita akan menulis program yang memeriksa apakah suatu angka adalah ganjil atau genap.

python :

angka = 7

if angka % 2 == 0:

    print(“Angka adalah genap”)

else:

    print(“Angka adalah ganjil”)

Dalam kode di atas, kita menggunakan operator modulo (%) untuk memeriksa sisa bagi dari pembagian angka dengan 2. Jika sisa bagi adalah 0, maka angka adalah genap; jika tidak, angka adalah ganjil.

Contoh 2: Menentukan Nilai Huruf

Dalam contoh ini, kita akan menulis program yang menentukan nilai huruf berdasarkan skala poin.

python :

nilai = 85

if nilai >= 90:

    print(“A”)

elif nilai >= 80:

    print(“B”)

elif nilai >= 70:

    print(“C”)

elif nilai >= 60:

    print(“D”)

else:

    print(“E”)

Dalam kode di atas, kita menggunakan pernyataan IF-ELSE bersarang untuk mengecek beberapa kondisi secara berurutan. Program akan mencetak nilai huruf yang sesuai berdasarkan nilai numerik yang diberikan.

Contoh 3: Menentukan Kategori Usia

Dalam contoh ini, kita akan menulis program yang menentukan kategori usia berdasarkan umur pengguna.

python :

umur = 30

if umur < 18:

    print(“Remaja”)

elif umur >= 18 and umur < 60:

    print(“Dewasa”)

else:

    print(“Lanjut Usia”)

Program di atas akan mencetak kategori usia berdasarkan nilai umur yang diberikan. Kategori usia dapat berupa “Remaja,” “Dewasa,” atau “Lanjut Usia.”

8. Pemrograman Berorientasi Kondisi

Pemrograman berorientasi kondisi adalah konsep di mana alur eksekusi program dikendalikan oleh kondisi-kondisi tertentu. Dalam hal ini, pernyataan IF-ELSE memainkan peran kunci. Pemrograman berorientasi kondisi sangat umum dalam pembuatan permainan, aplikasi web, dan aplikasi perangkat lunak yang lebih kompleks.

Sebagai contoh, dalam pembuatan permainan video, pernyataan IF-ELSE digunakan untuk mengatur peraturan permainan. Jika pemain mencapai skor tertentu, maka pemain akan maju ke tingkat berikutnya. Jika pemain kehabisan nyawa, permainan akan berakhir.

Pemrograman berorientasi kondisi juga ditemukan dalam pengembangan aplikasi web. Ketika seorang pengguna mengklik tombol, pernyataan IF-ELSE digunakan untuk menentukan tindakan apa yang harus diambil. Ini mungkin berarti mengirimkan data ke server, menampilkan pesan kesalahan, atau mengarahkan pengguna ke halaman lain.

9. Kesalahan Umum dalam Penggunaan Pernyataan IF-ELSE

Saat menggunakan pernyataan IF-ELSE, ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi. Berikut adalah beberapa kesalahan tersebut:

1. Tidak Memperhatikan Indentasi: Pernyataan IF-ELSE dalam Python sangat bergantung pada indentasi. Jika indentasi tidak benar, kode akan menghasilkan kesalahan.

2. Penggunaan Operator Tidak Tepat: Pastikan Anda menggunakan operator pembanding yang sesuai dengan kondisi yang ingin Anda uji. Kesalahan seperti menggunakan = daripada == dapat menghasilkan hasil yang tidak diinginkan.

3. Penggunaan IF Tanpa ELSE: Terkadang, kita mungkin melupakan bagian ELSE, yang dapat menghasilkan hasil yang tidak terduga jika kondisi tidak terpenuhi.

4. Penggunaan IF-ELSE yang Terlalu Bersarang: Terlalu banyak tingkat bersarang IF-ELSE dapat membuat kode sulit dibaca dan dipahami. Cobalah untuk menjaga kode Anda tetap sederhana dan rapi.

5. Mengabaikan Kasus Khusus: Pastikan Anda telah mempertimbangkan semua kemungkinan hasil dan telah menangani semua kasus khusus dalam kode Anda.

Kesimpulan :

Pernyataan IF-ELSE adalah alat yang kuat dalam pemrograman Python yang memungkinkan Anda untuk membuat keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Dengan memahami konsep dasar, sintaksis, dan penggunaan praktis IF-ELSE, Anda dapat mengembangkan program yang lebih cerdas dan lebih adaptif.

Meskipun artikel ini memberikan dasar-dasar tentang IF-ELSE, penggunaannya dalam dunia nyata sering jauh lebih kompleks. Kondisi dapat melibatkan berbagai faktor, dan alur eksekusi program dapat menjadi sangat rumit. Namun, dengan pemahaman yang kuat tentang IF-ELSE, Anda akan siap untuk menghadapi tantangan pemrograman yang lebih kompleks.

Semoga artikel ini telah membantu Anda memahami cara menggunakan pernyataan IF-ELSE dalam Python. Jika Anda ingin mengembangkan kemampuan pemrograman Anda lebih lanjut, praktiklah dengan contoh-contoh di atas dan eksplorasi kasus penggunaan lainnya. Pemrograman adalah keterampilan yang dapat ditingkatkan melalui latihan dan eksperimen, jadi jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru dan berkreasi dalam pengembangan perangkat lunak dengan Python.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar