4 Pelaku Gunakan 2 Motor, Berpisah Usai Menyiram Air Keras ke Aktivis KontraS
4 Pelaku Gunakan 2 Motor, Berpisah Usai Menyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

Analisis CCTV Ungkap Pelaku Menguntit Aktivis KontraS Sebelum Serangan Air Keras

Posted on

Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga ada empat orang yang terlibat dan mereka telah mengikuti pergerakan korban sebelum serangan terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa dugaan tersebut diperoleh dari hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di beberapa titik di wilayah Jakarta.

Menurutnya, rekaman tersebut menunjukkan aktivitas para terduga pelaku yang memantau pergerakan korban sebelum kejadian. Jejak mereka terdeteksi melalui beberapa kamera yang berada di berbagai lokasi.

Iman menyebutkan bahwa pergerakan para pelaku terpantau sejak dari kawasan Jakarta Selatan hingga menuju lokasi kejadian perkara (TKP). Dalam rekaman tersebut, para pelaku terlihat sempat melintas dan berputar di sejumlah ruas jalan di pusat kota.

Rute yang diduga dilalui pelaku antara lain Jalan Medan Merdeka Barat, kemudian mengitari kawasan Monas menuju Tugu Tani. Setelah itu mereka bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Timur hingga akhirnya mendekati Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat.

Saat itu, Andrie Yunus diketahui sedang menghadiri sebuah kegiatan di gedung YLBHI. Setelah acara selesai dan korban meninggalkan lokasi, para pelaku kembali mengikuti pergerakannya.

Namun, korban tidak langsung menuju lokasi kejadian. Ia sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya. Polisi menduga para pelaku tetap membuntuti korban hingga ke lokasi tersebut.

Diduga Dilakukan Empat Orang

Berdasarkan rekaman CCTV, polisi menduga ada empat orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Hal ini terlihat ketika para terduga pelaku berada di sekitar SPBU Cikini Raya sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB.

Mereka diduga menggunakan dua sepeda motor dan sempat menunggu di depan restoran cepat saji di kawasan Cikini. Setelah korban melanjutkan perjalanan, para pelaku kembali mengikuti dari belakang.

Korban kemudian melintas di Jalan Diponegoro dan menuju ke arah Jalan Salemba I. Tidak lama setelah itu, aksi penyiraman air keras terjadi.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, tepatnya di persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Iman menambahkan bahwa rekaman CCTV di lokasi kejadian berhasil menangkap gambar para pelaku dengan cukup jelas. Rekaman tersebut dinilai sangat membantu pihak kepolisian dalam proses penyelidikan untuk mengungkap identitas dan peran para pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *