Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini bertumpu pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Salah satu langkah yang akan dioptimalkan adalah pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyampaikan bahwa fasilitas RDF Rorotan memiliki peran penting dalam mengurangi beban sampah yang dikirim ke Bantargebang. Dengan teknologi ini, sampah yang sebelumnya hanya ditimbun dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, optimalisasi RDF Rorotan akan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pengolahan serta perbaikan sistem operasional agar dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, pihaknya juga akan memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung kinerja fasilitas tersebut.
Selama ini, TPST Bantargebang menjadi lokasi utama penampungan sampah dari Jakarta dengan volume yang terus meningkat setiap harinya. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar, baik dari sisi lingkungan maupun kapasitas lahan yang semakin terbatas.
Dengan hadirnya RDF Rorotan, diharapkan sebagian besar sampah dapat diproses sebelum akhirnya dikirim ke Bantargebang. Hal ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan energi.
Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, seperti melalui pemilahan dari sumber dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung keberhasilan sistem pengolahan sampah yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah berharap integrasi berbagai teknologi pengolahan sampah, termasuk RDF, dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan sampah di ibu kota sekaligus mengurangi ketergantungan pada TPST Bantargebang.



