Jakarta – Kabar duka datang dari prajurit TNI asal Cimahi, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Pihak keluarga mengungkap bahwa almarhum seharusnya segera kembali ke Indonesia karena masa tugasnya hampir berakhir.
Mengutip laporan detikJabar pada Rabu (1/4/2026), Kapten Zulmi bertugas dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR). Ia meninggal dunia ketika sedang mengawal iring-iringan kendaraan pasukan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga di Kampung Cikendal, Kota Cimahi, pada Selasa (31/3/2026) malam. Sejumlah pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir, sementara karangan bunga terlihat berjajar di depan kediaman orang tuanya. Hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian terkait pemulangan jenazah ke Tanah Air.
Risman Efendi, yang merupakan sepupu almarhum, menyampaikan bahwa Kapten Zulmi telah hampir satu tahun menjalankan tugas sebagai bagian dari Satgas Perdamaian UNIFIL dan dijadwalkan menyelesaikan penugasannya pada April mendatang.
“Seharusnya bulan depan sudah selesai masa tugasnya,” ujar Risman.
Ia juga menuturkan bahwa komunikasi antara keluarga dan almarhum terjalin secara rutin hampir setiap hari. Bahkan, sehari sebelum kejadian, Kapten Zulmi masih sempat mengirimkan kabar beserta foto kepada keluarga.
Namun, pada hari insiden terjadi, keluarga mendadak kehilangan kontak. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar yang diterima hingga akhirnya diketahui bahwa Kapten Zulmi gugur dalam tugasnya.



