PM Malaysia Bertemu Prabowo Sore Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jalur Halim–Istana
PM Malaysia Bertemu Prabowo Sore Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jalur Halim–Istana

PM Malaysia Bertemu Prabowo Sore Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jalur Halim–Istana

Posted on

Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini. Seiring dengan agenda kunjungan tersebut, pihak kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional ketika rombongan VVIP melintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas akan diberlakukan seperti pengamanan tamu negara pada umumnya, di mana penutupan jalan hanya dilakukan saat iring-iringan kendaraan melintas.

“Seperti pengamanan VVIP lainnya. Penutupan hanya dilakukan saat rangkaian kendaraan melintas,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas tersebut direncanakan mulai diberlakukan sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas akan disiagakan di sepanjang jalur yang dilalui rombongan untuk memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar.

Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, berikut rute yang akan dilalui dalam pengawalan menuju Istana Negara:
Halim Perdanakusuma – MT Haryono – Gatot Subroto – Sudirman – MH Thamrin – Medan Merdeka Barat.

Kunjungan resmi ini sebelumnya telah diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia melalui laman resminya pada Kamis (26/3). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara dijadwalkan membahas berbagai isu strategis, termasuk dampak konflik global yang tengah memanas, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta pada 27 Maret 2026 atas undangan Presiden Prabowo Subianto.

Fokus pembahasan juga mencakup perkembangan geopolitik terkini di kawasan Asia Barat serta pengaruhnya terhadap stabilitas regional dan kondisi ekonomi global, termasuk dampaknya bagi kedua negara.

Kedua pemimpin diharapkan dapat melakukan pembahasan yang menyeluruh dan terkoordinasi guna menyelaraskan kebijakan serta memperkuat kerja sama strategis dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, keduanya juga diproyeksikan untuk meningkatkan upaya diplomasi dalam meredakan ketegangan, sekaligus menjaga kelancaran perdagangan internasional dan rantai pasokan yang berperan penting bagi kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan ini juga dipandang sebagai momentum untuk memperkuat peran ASEAN sebagai kawasan yang solid dan berprinsip, sehingga mampu bertindak bersama dalam menjaga perdamaian, stabilitas regional, dan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *