Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyampaikan kritik keras terhadap aliansi militer NATO. Ia menilai negara-negara anggota tidak memberikan dukungan apa pun kepada AS dalam menghadapi Iran, yang ia gambarkan sebagai negara yang tidak stabil dan telah mengalami kemunduran militer.
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat sebenarnya tidak bergantung pada NATO. Namun, ia mengingatkan agar peran penting momen saat ini tidak diabaikan.
Dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih pada Kamis (26/3), Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa NATO tidak menunjukkan kontribusi berarti dalam situasi yang sedang dihadapi AS.
Trump juga mengulang pandangannya yang telah lama disampaikan, bahwa NATO hanyalah “macan kertas”. Menurutnya, selama ini AS selalu siap membantu sekutu, tetapi ia meragukan bahwa negara-negara tersebut akan melakukan hal serupa untuk Amerika.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga mengajak negara-negara lain, termasuk sekutu maupun pesaing seperti China, untuk ikut menjaga keamanan Selat Hormuz—jalur strategis yang sangat vital bagi distribusi energi dunia.
Dampak konflik yang terjadi membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami pembatasan sejak awal Maret. Kondisi ini memicu gangguan pada rantai pasok global, meningkatkan ongkos pengiriman, serta mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Namun, sejumlah negara Eropa menolak ajakan Trump tersebut. Mereka berpendapat bahwa konflik dengan Iran merupakan hasil kebijakan sepihak AS tanpa melibatkan konsultasi dengan sekutu.
Sebelumnya, Trump juga sempat menyatakan bahwa NATO tidak lagi dibutuhkan oleh Amerika Serikat dan menyebut sikap aliansi tersebut sebagai kekeliruan besar. Meski demikian, ia menegaskan belum memiliki rencana untuk menarik AS keluar dari NATO, walaupun opsi itu tetap dianggap layak untuk dipertimbangkan.
Kritik terhadap NATO sendiri bukan hal baru bagi Trump. Sejak masa jabatan pertamanya, ia diketahui beberapa kali mempertimbangkan kemungkinan keluarnya AS dari aliansi pertahanan Barat yang terbentuk setelah Perang Dunia II tersebut.



