Jemaah Majelis Sabilun Nahdhah Gelar Salat Idulfitri di Depok
Jemaah Majelis Sabilun Nahdhah Gelar Salat Idulfitri di Depok

Jemaah Majelis Sabilun Nahdhah Gelar Salat Idulfitri di Depok

Posted on

Jakarta – Ratusan anggota Majelis Sabilun Nahdhah menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis (19/3) pagi di halaman RM Sari Kuring Sunda, Jalan Ir H. Juanda, Depok, Jawa Barat.

Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Sabilun Nahdhah dengan melibatkan sekitar 500 jemaah. Ustaz Hasyim Musthofa bertugas sebagai imam sekaligus khotib dalam pelaksanaan salat. Tema yang diangkat adalah “Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.”

Made menambahkan, sebanyak 15 personel polisi dikerahkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Sementara itu, pemerintah RI dijadwalkan mengadakan sidang isbat pada Kamis sore pukul 16.00 WIB di kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, untuk menetapkan awal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Jika hilal terlihat sesuai kriteria, Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026; jika tidak, perayaan akan digeser ke 21 Maret 2026.

Berdasarkan analisis astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hilal pada saat Magrib Kamis ini diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria tersebut mensyaratkan visibilitas minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebutkan bahwa hilal di wilayah Asia Tenggara pada 19 Maret belum mencapai kriteria MABIMS, sehingga secara astronomi 1 Syawal diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Prediksi serupa juga disampaikan BMKG, yang menghitung visibilitas hilal antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang, dengan elongasi geosentris 4,54–6,1 derajat. Berdasarkan data tersebut, BMKG memperkirakan hilal sulit terlihat pada 19 Maret, sehingga Idulfitri kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026.

Namun, berbeda dengan pemerintah dan BMKG, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 mengenai hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *