Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, melakukan pertemuan langsung dengan delegasi dari Iran di Islamabad, Pakistan.
Mengutip laporan Al Jazeera, pertemuan ini dianggap sebagai tonggak penting dalam hubungan diplomatik kedua negara yang selama ini telah berlangsung tegang selama beberapa dekade. Momen tersebut juga disebut sebagai kontak tingkat tertinggi sejak terjadinya Revolusi Iran pada 1979.
Sumber yang mengetahui jalannya proses mediasi menyebutkan bahwa diskusi langsung itu berlangsung kurang dari dua jam. Meski detail pembicaraan tidak dipublikasikan, suasana awal pertemuan dilaporkan berjalan cukup konstruktif dan kondusif.
Dari pihak Teheran, terdapat indikasi awal mengenai kemungkinan adanya perkembangan terkait wacana pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan oleh Amerika Serikat. Namun informasi tersebut masih bersifat terbatas dan belum dapat diverifikasi secara terbuka karena kedua pihak menjaga kerahasiaan negosiasi.
Setelah sesi resmi, kedua delegasi dijadwalkan melanjutkan pembicaraan dalam suasana non-formal melalui jamuan makan malam. Pertemuan lanjutan ini diharapkan dapat membantu mencairkan ketegangan dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian perundingan diketahui berlangsung di Hotel Serena, Islamabad, Islamabad, yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling aman di kota tersebut. Meski demikian, pemilihan lokasi ini disebut cukup sensitif mengingat sejarah insiden keamanan di kawasan sekitar pada masa lalu.



