Jakarta – Sekitar dua puluh kapal asal Prancis bertolak dari pelabuhan Marseille untuk bergabung dalam misi kemanusiaan internasional bertajuk Global Sumud Flotilla. Armada ini kembali mencoba menembus blokade Israel guna menyalurkan bantuan ke wilayah Gaza.
Keberangkatan kapal-kapal tersebut mendapat dukungan dari sekitar seribu warga yang memadati dermaga. Mereka menyuarakan solidaritas bagi Gaza sambil mengibarkan semangat dukungan terhadap aksi tersebut.
Rombongan kapal, yang sebagian besar merupakan kapal layar, mulai berlayar tak lama setelah pukul 17.00 waktu setempat. Mereka akan bergabung dengan armada internasional yang dinamai dari seorang nelayan asal Gaza.
Menurut pihak penyelenggara, total armada yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 100 kapal. Sebagian besar peserta dijadwalkan berangkat dari Barcelona pada 12 April dan menargetkan tiba di perairan Gaza sekitar 20 April. Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka akan singgah di wilayah Italia selatan selama kurang lebih satu minggu untuk mengikuti pelatihan aksi damai tanpa kekerasan.
Salah satu anggota kru bernama Manon menyampaikan bahwa misi ini bertujuan meningkatkan perhatian dunia terhadap kondisi Palestina yang dinilai semakin jarang menjadi sorotan dalam situasi global saat ini.
Sebelumnya, pada akhir 2025, upaya serupa yang melibatkan sekitar 50 kapal juga dilakukan. Dalam misi tersebut, sejumlah tokoh publik dan aktivis, termasuk Greta Thunberg dari Swedia, turut ambil bagian. Namun, armada itu dihentikan oleh angkatan laut Israel, yang menurut penyelenggara dan Amnesty International dianggap sebagai tindakan yang tidak sah.
Para peserta dalam misi sebelumnya sempat diamankan sebelum akhirnya dipulangkan oleh otoritas Israel.
Sebagai informasi, Jalur Gaza yang berada di bawah kendali Hamas telah mengalami blokade oleh Israel sejak tahun 2007. Ketegangan antara kedua pihak terus berlangsung, termasuk saling tuding pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diberlakukan sejak 10 Oktober 2025 setelah konflik panjang selama dua tahun.



