Pendaftaran Hoegeng Awards 2026 Resmi Berakhir
Pendaftaran Hoegeng Awards 2026 Resmi Berakhir

Pendaftaran Hoegeng Awards 2026 Resmi Berakhir

Posted on

Jakarta – Proses pendaftaran Hoegeng Awards 2026 telah resmi ditutup hari ini. Selama kurang lebih tiga bulan masa pengajuan berlangsung, detikcom menerima ribuan nominasi anggota kepolisian dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ajang Hoegeng Awards 2026 menjadi tahun kelima pelaksanaannya, hasil kolaborasi antara detikcom dan Mabes Polri untuk mencari sosok polisi teladan. Pendaftaran kandidat telah dibuka sejak Selasa, 27 Januari 2026.

Sepanjang periode tersebut, beragam nama polisi diusulkan oleh masyarakat, mencakup berbagai pangkat, jabatan, serta latar belakang tugas. Kisah-kisah inspiratif pun muncul, mulai dari polisi yang mengabdikan diri sebagai pengajar di sekolah maupun pesantren, penanganan kasus kekerasan seksual, dedikasi di wilayah terpencil, hingga sosok polisi sederhana yang menjunjung tinggi kejujuran dan menolak suap.

Selanjutnya, seluruh kandidat yang masuk akan melalui tahap kurasi dengan menyesuaikan kontribusi mereka ke dalam lima kategori penghargaan, yakni Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas/Pedalaman.

Tak hanya itu, detikcom juga akan melakukan proses verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Profil para kandidat yang lolos tahap awal akan tetap dipublikasikan dalam beberapa hari ke depan.

Setelah tahapan tersebut, nama-nama yang telah diumumkan akan masuk ke proses penilaian oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026. Melalui rapat khusus, dewan akan menentukan para penerima penghargaan berdasarkan berbagai pertimbangan.

Tentang Hoegeng Awards 2026

Program Hoegeng Awards berangkat dari keyakinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bahwa masih banyak anggota Polri yang memiliki integritas dan keteladanan seperti sosok Hoegeng Iman Santoso. Hoegeng dikenal luas sebagai figur polisi yang jujur dan berintegritas tinggi di Indonesia.

Nama Hoegeng juga kerap disebut dalam satire yang disampaikan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dalam salah satu humornya, ia pernah menyebut bahwa polisi yang baik hanya ada tiga: Hoegeng, patung polisi, dan polisi tidur.

Ungkapan tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh AS Hikam, merupakan bentuk kritik sosial terhadap institusi kepolisian pada masa itu.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo sendiri menjadikan kritik tersebut sebagai bahan refleksi internal. Ia menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelanggaran di tubuh Polri sekaligus memberikan apresiasi kepada anggota yang berprestasi dan berdedikasi.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Jenderal Sigit bahkan mengapresiasi para penerima Hoegeng Awards 2025. Ia mengakui kualitas para peraih penghargaan tersebut sangat luar biasa, bahkan merasa dirinya belum tentu mampu lolos jika ikut dalam seleksi.

Ia juga menegaskan tidak ragu menjadikan para anggotanya sebagai teladan, khususnya dalam hal integritas, yang menurutnya menjadi nilai utama dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *