Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan sekitar Bitung, Sulawesi Utara hingga Maluku Utara pada pagi hari memicu serangkaian gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan aktivitas seismik lanjutan setelah gempa utama tersebut.
Koordinator Data dan Informasi Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terjadi 29 gempa susulan sejak guncangan utama terjadi.
Kekuatan gempa susulan bervariasi, dengan intensitas lebih rendah dibandingkan gempa utama. Magnitudo terkecil tercatat sekitar 3,1, sementara yang terbesar mencapai 5,5 magnitudo.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal maupun tempat kerja aman pascagempa.
Diketahui, gempa utama terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat berada di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, pada kedalaman sekitar 62 kilometer di bawah permukaan laut.
BMKG turut menginformasikan adanya potensi tsunami akibat gempa tersebut di sejumlah wilayah, termasuk Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung. Status yang ditetapkan adalah siaga dengan perkiraan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 3 meter.
Hingga pagi hari, peringatan dini tsunami masih belum dicabut. BMKG menyatakan bahwa pemantauan terus dilakukan dan informasi lanjutan akan disampaikan setelah situasi dinyatakan aman.
Sementara itu, laporan awal menyebutkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu, sejumlah infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan akibat dampak gempa tersebut.



