Pendukung Trump Bersitegang dengan Demonstran ‘No Kings’ di Florida, AS
Pendukung Trump Bersitegang dengan Demonstran ‘No Kings’ di Florida, AS

Pendukung Trump Bersitegang dengan Demonstran ‘No Kings’ di Florida, AS

Posted on

Jakarta – Sekitar 50 pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat adu argumen dengan kelompok demonstran bertajuk ‘No Kings’ di West Palm Beach, Florida. Aparat kepolisian kemudian turun tangan untuk memisahkan kedua kelompok tersebut.

Mengutip CNN dan AFP pada Minggu (29/3/2026), aksi ‘No Kings’ digelar sebagai bentuk protes terhadap berbagai isu, mulai dari konflik perang, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti makanan dan bahan bakar, hingga sejumlah kebijakan lainnya yang berlaku di Amerika Serikat. Di tengah berlangsungnya aksi, sejumlah pendukung Trump tiba-tiba hadir dan memicu perdebatan dengan para demonstran.

Beberapa pendukung Trump terlihat menggunakan megafon untuk menyampaikan pesan-pesan dukungan. Sebagian lainnya membawa mikrofon serta mengenakan atribut seperti topi, kaus, dan bendera yang identik dengan kelompok ‘Proud Boys’. Petugas kepolisian tampak berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi kericuhan.

Aksi demonstrasi dalam skala besar juga terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat pada Sabtu (28/3) waktu setempat, dengan massa yang menentang Trump. Para demonstran menyuarakan ketidakpuasan terhadap apa yang mereka nilai sebagai kecenderungan pemerintahan yang otoriter, kebijakan imigrasi yang ketat, serta keterlibatan dalam konflik dengan Iran.

Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa sedikitnya 8 juta orang turut ambil bagian dalam lebih dari 3.300 kegiatan yang tersebar di seluruh 50 negara bagian. Namun, otoritas setempat tidak merilis estimasi resmi terkait jumlah peserta secara nasional.

Aksi ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya dalam kurun kurang dari satu tahun, di mana warga AS turun ke jalan dalam gerakan akar rumput ‘No Kings’. Gerakan tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk oposisi paling vokal dan terlihat terhadap Trump sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025.

Di New York, yang merupakan kota terbesar di AS, puluhan ribu orang ikut serta dalam demonstrasi, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro yang dikenal sebagai kritikus Trump. Ia menyebut Presiden tersebut sebagai “ancaman serius terhadap kebebasan dan keamanan”.

Gelombang protes juga terjadi di berbagai kota lain, mulai dari Atlanta hingga San Diego, dengan partisipasi warga Alaska yang turut bergabung. Seorang demonstran di Atlanta, Marc McCaughey (36), mengatakan kepada AFP bahwa aksi tersebut digelar karena kekhawatiran terhadap kondisi konstitusi.

“Tidak ada negara yang dapat berjalan tanpa persetujuan rakyat. Kami di sini karena merasa konstitusi sedang terancam dalam banyak hal. Situasinya tidak normal dan tidak dalam kondisi baik,” ujarnya saat ribuan orang turun ke jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *