Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkap perkembangan terbaru kondisi aktivisnya, Andrie Yunus, yang menjadi korban serangan air keras. Saat ini, Andrie telah menjalani tindakan medis lanjutan berupa pembersihan jaringan kulit yang rusak serta prosedur cangkok kulit.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina Jane, menjelaskan bahwa pada 17 Maret 2026, Andrie menjalani operasi untuk mengangkat jaringan kulit yang telah mati sekaligus penanganan awal pada area tubuh yang mengalami luka bakar.
Ia menambahkan, proses cangkok kulit difokuskan pada bagian wajah korban. Sementara itu, luka di bagian leher, dada, dan lengan kanan masih cukup parah sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan prosedur serupa.
Menurut Jane, kondisi luka di beberapa bagian tubuh tersebut masih membutuhkan penanganan lanjutan sebelum dapat dilakukan tindakan cangkok kulit.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa rangkaian operasi kemungkinan tidak hanya dilakukan sekali, melainkan bisa berlanjut dalam beberapa tahap ke depan. Oleh karena itu, pihaknya meminta dukungan dan doa dari masyarakat untuk kesembuhan korban.
Empat Anggota TNI Diduga Terlibat
Dalam perkembangan lain, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat orang tersebut juga telah menjalani pemeriksaan awal.
Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan melakukan penahanan sementara terhadap para terduga pelaku.
Adapun empat individu yang dimaksud masing-masing berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.



